Skip navigation

Sebagai laporan dari ngaleut ke Dayeuhkolot-Banjaran tanggal 20 Maret 2011 kemarin, saya bikin catatan yang ternyata berpanjang-panjang, karena itu saya pecah saja menjadi beberapa bagian. Semoga tidak membosankan membacanya. Ini bagian pertama…

MONUMEN MOHAMMAD TOHA

 

Pada hari Minggu lalu, 20 Maret 2011, Komunitas Aleut! mengadakan kunjungan ke daerah Dayeuhkolot dengan tema utamanya mengenang peristiwa Bandung Lautan Api (BLA – 1946). Sebagian kita mungkin sudah mengetahui kaitan Dayeuhkolot dengan BLA. Di sinilah seorang tokoh kontroversial , Mohammad Toha, meledakkan gudang mesiu Belanda. Bukan hanya ketokohan Moh. Toha yang kontroversial, namun kronologi peristiwanya pun lumyan simpang-siur, maklum tak ada seorang pun yang secara langsung menyaksikan atau mengetahui secara persis peristiwa itu. Koran Pikiran Rakyat pernah mengadakan investigasi intensif pada tahun 2007 dengan mewawancarai sejumlah tokoh yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mungkin berkaitan. Di antara mereka ada yang juga mengenali Moh. Toha secara pribadi.

Hasil investigasi Pikiran Rakyat kemudian dimuat secara berturut selama seminggu penuh. Termasuk di antaranya adalah tulisan dari kalangan akademisi serta laporan masyarakat pembaca. Tidak semua hal menjadi terang-benderang setelah peliputan itu, bahkan sempat pula ada keraguan tentang wajah Moh. Toha yang beberapa fotonya ditampilkan dalam liputan koran itu.

Kunjungan Komunitas Aleut! hari itu tidak hendak ikut nimbrung dalam kontroversi ini melainkan sekadar mengenalkan saja secara selintas peristiwa bersejarah yang hampir terlupakan itu. Di Dayeuhkolot kami dapat kunjungi lokasi peledakan gudang mesiu yang sekarang sudah menjadi kolam. Sebuah laporan berdasarkan ingatan, dari Misbah Sudarman, menyebutkan tentang sebuah lubang yang menganga dan dalam, sementara di sekitarnya tanah menggunung dalam radius 25 meter. Rumah-rumah Belanda dan warga di sekitar lokasi itu hancur berantakan. Saat diwawancarai pada tahun 2007, Misbah Sudarman berusian 72 tahun.

Sekarang lokasi bekas ledakan itu sudah menjadi kolam dengan air berwarna coklat. Di salah satu sisinya terdapat sebuah karamba besar. Beberapa orang tua tampak memancing di pinggiran kolam. Di depan kolam didirikan dua buah monumen, satu monumen berupa patung dada Moh. Toha dan di belakangnya sebuah monumen yang menjulang tinggi berbentuk lidah-lidah api dengan tentara yang terperangkap dalam kobarannya. Di sebelah kiri monumen ini terdapat tembok prasasti berisi 15 kotak marmer. Pada 13 kotak di antaranya terpahatkan daftar nama pejuang yang gugur dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Dua kotak di sudut kanan bawah masih tampak kosong. Di bagian atas tembok prasasti ini terdapat ornamen kobaran api.

Di seberang kolam, agak kurang menonjol, tampak tembok memanjang dengan relief cerita seputar BLA. Agak sulit untuk menangkap isi relief ini karena selain letaknya yang jauh di seberang kolam, tidak terdapat warna-warna yang dapat membantu penglihatan selain sedikit warna emas yang tampaknya sudah luntur dan kusam. Warna yang mendominasi hanyalah warna batu andesit yang menjadi bahan tembok ini. Dengan zoom kamera saya dapat lihat gambaran umum relief yang berisi hal-hal seputar BLA. Ada gambaran umum pertempuran, Soekarno-Hatta, truk-truk militer, tulisan-tulisan “Merdeka”, “Bengkel Sepeda Motor Cikudapateuh”, dan “Dengki Amunition”. Paling kanan adalah relief ledakan gudang mesiu.

Di depan Patung dada Moh. Toha terletak kompleks Batalyon Zeni Tempur 3/YW. Dalam dua kali kunjungan ke monumen ini ternyata selalu ada tentara yang menghampiri menanyakan tujuan kedatangan dan izin kunjungan. Mungkin kedatangan rombongan Aleut! ke tempat ini terlihat tak lazim, apalagi dengan begitu banyak kegiatan pengamatan dan foto-foto. Sementara itu di belakang monumen terletak gedung Komando Daerah Militer 0609 – Komando Rayon Militer 0908 Dayeuhkolot. Kompleks monumen ini memang terletak di tengah-tengah kawasan militer Dayeuhkolot, jadi bila ingin berkunjung sebaiknya persiapkanlah berbagai hal yang diperlukan terutama yang berkaitan dengan perizinan.

Dengan menggunakan angkutan kota baik dari arah Buahbatu/Bale Endah atau dari arah Kebon Kalapa dan Tegalega, jarak tempuh ke lokasi ini tidak akan lebih dari 30 menit saja, kecuali di hari-hari biasa yang umumnya selalu macet. Markas militer dan monumen ini dengan mudah terlihat di sisi jalan. Selain itu jalur angkutan kota dari kedua arah itu juga mewakili peristiwa BLA karena merupakan jalur-jalur utama pengungsian masyarakat Kota Bandung ke daerah selatan setelah Bandung dijadikan lautan api.

2 Comments

  1. boss…sebagai tambahan saja…itu relief nya sebenanrnya belum beres karena pergantian bupati dari pak hatta ke pa obar. itu pemugaran di mulai tahun 1996 selama bulan puasa untuk membuat relief nya saja trs di lanjut thn 1997 itu juga di laksanakan pada bulan puasa juga untuk mengganti patung moch toha versi dulu dan rencana untuk menyelesaikan reliefnya terbentur hanya pergantian bupati ..soalnya bupati obar tidak terlalu peduli sama hal2 seperti peninggalan para pejuang…

    itu semua di kerjakan hanya 4 orang dan 1 arsitek (purn Kolonel Inf) Dadang, termasuk saya yg masih duduk di kls 3 sma …

    terima kasih boss sudah mengangkat peninggalan sejarah….

  2. Wah, terima kasih sudah menambahkan cerita ini. Yah, memang menyedihkan bila punya pemimpin yang tidak perduli sejarah, seakan-akan mereka datang dari langit saja, tanpa latar sejarah. Karena itulah rasa cinta dan rasa memiliki kepada tanah air, kepada kampung halaman, sering minim. Selanjutnya, tanpa rasa cinta itu, mudah sekali melakukan korupsi atau mementingkan diri sendiri, karena tidak adanya ikatan kuat dengan lingkungan tinggalnya. Terima kasih, Pak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: